persiapan sirkumsisi

 

sirkumsisi adalah sayatan melingkar, yang diidentifikasikan pada pemotongan preputium yang melingkar pada batang penis.

Indikasi:
agama
medis
fimosis
parafimosis
pencegahan tumor ganas
condyloma accuminata (veneral warts)
kelainan khusus
hipospadia
epispadia
kelainan hemostasis

instrumen:
1. gunting diseksi (tipe mayo) dengan permukaan tumpul dan tajam 1 buah.
2. Klem mosquito 1 buah.
3. Klem pean lurus 2 buah.
4. Pinset sirurgis 1 buah.
5. Pinset anatomis 1 buah.
6. Needle holder (naald voeder) 1 buah.
7. Jarum jahit (naald heacting) 1 buah.
8. Bisturi (bistuori/mess/blade) dan pegangannya 1 buah.
9. Klem koher 1 buah.
Semua alat tersebut dimasukkan di satu tempat dan disterilkan.

Alat lain sebagai penunjang:
1. Korentang dan wadahnya.
2. Kom kecil 2 buah untuk tempat betadin dan alkohol.
3. Tempat sampah diletakkan di pinggir bawah meja operasi.
4. Tempat tidur atau bed.
5. Bantal sebagai ganjal untuk pantat anak yang gemuk.

Bahan:
1. Benang
benang yang dipakai adalah yang mudah diserap (absorbable) seperti plain catgut atau chromic catgut. Dengan plain catgut terjadi absorbsi sekitar 7 hari sedangkan chromic catgut selama 21 hari.
2. Kassa steril.
3. Duk bolong
4. Tulle
merupakan benang2 yang tersusun seperti jala uk 10x10cm yang dilumuri salem framycetin sulphate BP 1%. Merek dagang seperti sofra Tulle, Daryantulle. Dipakai sebagai balutan tepat pada daerah insisi sebelum dibalut kassa.
5. Plester
6. Obat anestesi
Seperti lidokain hcl 2%, ada yang ditambah adrenalin (pehacain) atau tidak.
7. Kapas
8. Povidon iodin 10%
9. Alkohol 70%
10. Sarung tangan
11. Spuit
12. Hypafix SDS (surgical dressing strip)

Prakhitan:

evaluasi kelayakan
untuk menghindari penyulit pada saat atau sesudah proses khitan, hal yang perlu diteliti.
1. Hypospadia/epispadia
tanya:
arah pancaran kencing; ke depan, atas atau bawah.
Apakah penis melengkung saat ereksi
lihat:
Kelainan bentuk penis

2. Kelainan hemostasis
tanya:
riwayat perdarahan lama setelah luka.
Riwayat perdarahan lama setelah cabut gigi.
Riwayat gosok gigi sering berdarah.
Riwayat kulit mudah membiru bila terkena benturan ringan.
Riwayat perdarahan lama pada keluarga ketika luka.
Riwayat operasi sebelumnya.

3. DM
tanya trias DM (polidipsi, poliphagi, poliuri), pruritus, parestesi (kesemutan), riwayat DM di keluarga.

4. Riwayat penyakit lain
misal asma bronkiale, epiepsi yang sewaktu2 bisa kambuh sehingga kita bisa menyiapkan obat2n.

5. Riwayat penyakit menular
spt hepatitis B,C,D, HIV positif, AIDS.

6. Riwayat alergi obat
tanya reaksi gatal2, kemerahan, pusing, pingsan setelah mendapat suntikan atau obat tertentu. Bila alergi iodin bisa diganti savlon.

B. Informed consent

C. Pendekatan kepada anak
– alihkan perhatian anak dgn mengajak ngobrol membaca ayat alquran.
– jangan letakkan instrumen di tempat yang mudah terlihat.
-usahakan jangan didampingi orangtua agar anak tidak cengeng.
– usahakan anak tidak mendengar tangisan anak lain.

D. Persiapan operator dan asisten.
Teknik mencuci tangan:
menyikat tangan dengan sabun sampai siku dibawah air mengalir 10 menit, bilas dgn sublimat lalu cuci dgn alkohol.

Cara lain dengan mencuci tangan menggunakan betadin atau savlon lalu bilas dengan alkohol.

Teknik memakai sarung tangan:
pakai sarung tangan kanan lebih dahulu.

Teknik operasi:
1. Tindakan aseptik
– pegang dan tarik preputium penis dengan kasa steril menggunakan tangan kiri.
– usap povidon iodin 10% melingkar dari arah dalam keluar.
– usap alkohol dengan cara yang sama.
– tutup dengan duk bolong.

Teknik anestesi:
1. Blok
– identifikasi pangkal penis, simpisis os pubis.
– suntik jarum tegak lurus di pangkal penis sampai menembus fasia buch tandanya terasa seperti menembus kertas, jika jarum ditarik batang penis sedikit terangkat, bila obat disuntikkan tidak terjadi edema.
– aspirasi.
– masukkan obat anestesi 1 cc.
– jarum dicabut sedikit, miringkan 30 derajat ke kanan tusukkan lagi, aspirasi, masukkan obat 1-2 cc.
– jarum dicabut sedikit miringkan 30 derajat ke kiri, aspirasi, masukkan obat 1-2 cc.
– masase pangkal penis.
– ujilah dengan menjepit preputium untuk mengetahui respon anak.

2. Infiltrasi
– tarik dan regangkan batang penis.
– identifikasi pembuluh darah superfisial agar tidak terjadi hematom.
– penyuntikan dilakukan di jam 11, 1, 5 dan 7.
– suntikan jarum miring 15 derajat lalu masukkan jarum sampai sudut miring diperkecil. Lokasinya 1/3-2/3 proksimal batang penis secara subkutan agak kedalam agar obat masuk tunika albuginea. Kegagalan sering terjadi karena obat hanya masuk mukosa saja.
– aspirasi, bila tidak ada darah masukkan obat o,5 cc sambil mencabut jarum perlahan-lahan.
– masase untuk mempercepat penyebaran obat.
– ujilah dengan menjepit preputium.

Kedua teknik ini sering dikerjakan dua2nya. Padahal jika menggunakan teknik yang benar, salah satu saja cukup untuk anestesi selama operasi.

3. Membebaskan perlengketan

teknik klem
menarik preputium ke proksimal kemudian klem dibuka sambil didorong ke arah perlengketan.

Teknik kasa
caranya sama, preputium ditarik dengan tangan kiri, tangan kanan memegang kasa untuk membebaskan perlengketan.

Ciri perlengketan sudah lepas adalah sudah terlihat batas mukosa-batang penis dan sulkus korona glandis secara utuh, terlihat sebagai sudut tumpul yang melingkar sepanjang lingkaran penis.

4. Membersihkan smegma
menggunakan kassa yang ditekan dan didorong.

Sumber: dr. Vira , Jakarta
Iklan



    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: